Something to Remember
Trilogy Closing Party
Kompleks Taman Ria akan segera berakhir riwayatnya. Setelah klab besar seperti Embassy tutup, kehidupan malam disana hampir musnah dan hanya tersisa Wonder Bar dan Public. Sebelum Wonder Bar, Public lebih dulu menutup dengan rangkaian closing party yang digelar pada tanggal 15, 17 dan 18 Juli. Dengan judul acara ‘Something to Remember’, tema acaranya dibuat berbeda di ketiga harinya. Setiap klab mempunyai jaman masing – masing, dan 3 era yang pernah dilalui oleh tempat di bagian bawah kompleks Taman Ria. Awalnya, klab bernama Manna House berdiri, dan setelahnya hadir Manna Lounge. Era terakhir adalah Public, dan ketiga jaman tersebut dituangkan ke dalam tema acara penutupannya.
Hari pertama atau Manna House Night. Pada hari Rabu malam, acara penutupan pertamanya diisi oleh penampilan dari DJ yang notabene adalah DJ ber-genre Hip Hop dan RnB. Nama – nama yang biasa menghiasi Hip Hop party seperti Schizo & Dimas, Boim Ghetto, Rizla, Ethnic, Kotot/Juice, bergantian tampil di decknya. Acara juga diramaikan oleh para host yang merupakan artis layar kaca.
Hari kedua atau Manna Lounge Night. Seharusnya acara malam ini adalah satu flashback dari Manna Lounge, karena line upnya seperti DJ Winky, Izo, Anto, Glen adalah para DJ yang sering tampil dan bahkan mereka yang membuat Manna Lounge disegani di kalangan para clubbers saat itu. Sementara para host yang akan tampil, adalah orang – orang yang lebih membuat Manna Lounge terbaik di kelasnya. Sayangnya, acara di hari kedua ini malah batal karena kondisi keamanan yang tidak kondusif atas tragedi bom di mega kuningan yang terjadi pada pagi harinya.
Hari ketiga atau Public Night. Dengan digelarnya acara pada malam itu, menguatkan indikasi bahwa ‘The Show Must Go ON!’. Malam itu teror tergantikan oleh keriuhan yang pernah terjadi beberapa tahun silam, dimana basement dipenuhi parkiran kendaraan dan crowd yang berjubel di dalam klab. Event terakhir ini, punya konsep yang spektakuler dengan menghadirkan floating stage di atas danaunya. Namun dengan kehadiran crowd belia yang di luar dugaan banyaknya, membuat stage tidak kuat menampung dan akhirnya ditutup untuk umum. Jadinya, area dalam sudah tidak bisa memberi ruang untuk bergerak. Resident DJ Justen, Yuda dan Mizty berkesempatan menggelar set terakhir mereka di Public, ditambah dengan penampilan DJ Bavo. Atraksi laser show, fire works dan massive visual-nya semakin memeriahkan sesi penutupan. Akhirnya, event yang seharusnya menjadi Trilogy ini, justru menjadi Duology karena batalnya sesi hari kedua dan Public pun resmi ditutup !.
Word by Ali Beat Magz












